Langsung ke konten utama

Postingan

Jejak Pertama - Part 4

  Jejak Pertama Part 4 by: Ittazura Nauqi   "Ini pasti sebuah teror. Ya, ini pasti teror dari orang yang kita kenal. Kirana, apa yang kamu lakukan di situ? Pikirkan jalan keluar untuk kita, jangan hanya berdiam diri saja!" seru Freya. "Sabarlah Kak, aku juga sedang berpikir," jawab Kirana. Aku juga sedang memikirkan kondisi ayah. Dimana dia sekarang? Kirana seolah tahu bahwa ayahnya mungkin juga dalam keadaan bahaya. Namun Kirana tak bisa memastikan hal tersebut. Ayahnya sudah pergi sehari sebelum kejadian di rumahnya. Kirana tak tahu kemana ayahnya itu pergi. Ia hanya tahu bahwa ayahnya telah menitipkan sesuatu pada dirinya. Dan ia percaya jika sesuatu yang dititipkan ayahnya itu masih berada di dalam rumah kuno tersebut. " Oke, oke. Kakak akan sabar, tapi kakak tidak harus berdiam diri sepertimu." Freya kemudian berlari meninggalkan Kirana dan Nadia. Dalam kegelapan malam itu, Freya berlari ke arah barat. Ia mencoba mencari perto...

Cerbung - Jejak Pertama

Part III Nadia perlahan melangkah maju menyibak tirai yang menutupi pintu. Kirana masih tetap bergeming dan menunggu Nadia. Sementara Freya berjalan mondar mandir di hadapan Kirana. Langkah Nadia terhenti tepat di belakang pintu. Matanya melebar melihat pintu itu. Mulutnya sedikit terbuka, menandakan kepanikan dalam dirinya.  "Nadia, apa yang kamu lakukan di situ? Kenapa lama sekali? Cepat ambil kunci pintunya...!" teriak Freya. "K...k...kuncinya tidak ada!" kata Nadia sambil berlari ke luar, lalu berteriak lagi, "Kuncinya hilang...! Kunci pintunya sudah diambil...!" "Apa? Mana mungkin penyusup itu mengambil kunci pintunya. Untuk apa dia mengambil itu? Tidak Nad, pasti ada kuncinya. Pasti masih ada di sana kunci pintunya. Kamu cari sekali lagi di pintunya atau di sekitar pintu itu. Mungkin kuncinya terjatuh di sekitar pintu," Freya masih tidak percaya kata-kata Nadia. Ia bersikeras bahwa kunci itu masih ada di tempatnya dan tidak ...

Jejak Pertama

Part II Daun yang menari dalam kegelapan, menemani langkah kaki Kirana saat keluar dari sebuah rumah kuno bercat kuning. Rumah itu terlihat seperti bangunan yang dibuat pada masa penjajahan Belanda. Rumah itu tergolong unik dan langka. Karena pemiliknya enggan mengganti desain rumah itu dengan desain rumah yang lebih modern di abad 22. Rumah kuno itu juga terlihat paling mencolok dibandingkan rumah-rumah berderet lainnya yang berada seratus meter di kanan kirinya. Sementara pada waktu bersamaan, sepasang mata yang sejak beberapa menit siaga, mulai melangkah maju. Sosok berbaju hutam itu mulai menantang jalan. Menyebrangi jalan raya dengan lalu lalang kendaraan.  Sejenak langkahnya terhenti. Tepat di balik dedaunan yang menyelimuti pagar rumah kuno itu. Namun, sedetik kemudian, ia kembali mengayunkan kakinya. Menyelinapkan tubuhnya melalui pagar yang setengah terbuka. Sembari memperhatikan punggung Kirana yang perlahan berlalu.  "Kali ini aku harus berhasil,"...

Menulis Berita Tidak Sama Dengan Menulis Artikel Ilmiah

Sejenak jika memperhatikan judul di atas, mungkin beberapa diantara kita sudah ada yang bisa menangkap apa maksud dari tulisan ini nantinya. Beberapa diantara kita yang sering membaca berita atau sedang belajar menulis berita, mungkin juga sudah mengerti apa perbedaan antara tulisan jurnalistik (berita) dengan tulisan ilmiah. Dari istilahnya saja sebenarnya juga sudah terlihat perbedaannya. Tulisan ilmiah, jelas bin pasti banyak menggunakan kosa kata - kosa kata ilmiah. Kadang pula bahasa yang digunakan dalam tulisan ilmiah itu tergolong berat untuk dibaca. Apalagi jika yang membacanya itu adalah orang-orang awam (pendidikannya mungkin tamatan SD atau SMP begitulah). Nah, sudah pasti akan banyak tanda tanya yang bermunculan di kepalanya. Apa maksud kalimat yang dibacanya? Atau, apa maksud kata-kata ini/itu? Tapi, untuk tulisan jurnalistik (berita), kita mungkin tidak akan banyak menelan kosa kata - kosa kata 'aneh'. Kalau pun ada, sudah barang tentu si wartawan/penulis be...

Jejak

Part I Cengkraman malam meliputi kota. Seakan mengundang kejahatan untuk muncul dan berkeliaran di setiap lorong dan gang sempit. Para penduduk bersembunyi di dalam rumah-rumah mereka. Sama sekali enggan berurusan dengan sesuatu di luar perkiraan mereka.  Denting jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tepat. Seorang gadis berparas cantik dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat, duduk seorang diri dalam sebuah kamar. Alis tebal, hidung mancung, bola mata dan rambut ikal kecoklatan yang dimilikinya, mengisyaratkan bahwa ia punya garis keturunan Timur Tengah. Sesekali, gadis setinggi 145 cm dan bertubuh ramping ini, berbicara sendiri dan berjalan mondar mandir dalam ruangan itu. Hingga beberapa saat kemudian ia memutuskan untuk melangkah keluar. Sembari menyelempangkan jaket birunya, gadis cantik bernama Kirana Ayu Az-Zahra itu mencoba menembus kepekatan malam. Semilir angin laut seolah mencoba menusuk tubuh kecilnya. Tapi ia tetap terus berjalan bersama angin, d...

Trik Menuliskan Berita Berdasarkan Wawancara

Beberapa waktu yang lalu saya diminta bantuan oleh seorang dosen, untuk mengoreksi teks berita yang dibuat oleh mahasiswanya. Ada sekitar 40 teks berita yang coba saya koreksi. Dan hasilnya ternyata hanya segilintir tulisan yang bisa dikatakan sudah baik dalam penulisannya. Ya, meskipun saya sebenarnya bukan wartawan layaknya wartawan lapangan media mainstream, tapi untuk masalah teknik penulisan berita, saya cukup punya pengalaman. Oke, kembali lagi ke fokus tulisan ini. Yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini adalah, gimana sih caranya menuliskan berita yang baik & layak dibaca? Khususnya untuk penulisan berita dari hasil wawancara terkait isu tertentu. Mungkin hal pertama yang lazim diketahui oleh kebanyakan kita adalah Rumus 5 W 1 H (What, When, Where, Who, Why + How). Peristiwa apa sih yang terjadi? Kapan terjadinya? Dimana kejadian itu? Siapa (saja) yang terlibat dalam kejadian itu? Mengapa hal itu bisa terjadi? Dan, bagaimana kronologi kejadian itu? Menggu...

Seorang Kakek di Sebuah Kedai Kafe

Sepasang kaki renta melangkah perlahan. Memasuki sebuah rumah makan bergaya tradisional. Jalannya sedikit terbungkuk dengan kopyah hitam menutupi rambut hitamnya. Satu menit kemudian, seorang pramusaji berkerudung hitam menghampirinya. Perempuan itu menunjukkan wajah ramahnya sambil bertanya keinginan Sang Kakek. " Ada yang bisa kami bantu, Kek?" tanya pramusaji itu. Tanpa berba-bi-bu lagi, kakek bercelana pendek selutut itu lantas menjulurkan selembar rupiah. " Tolong segelas teh hangatnya ya, Mbak," ujarnya sembari memberikan selembar uang dua ribu rupiah. Tiga meter dari tempat kakek itu duduk, tiga orang perempuan tengah menunggu sajian makan malam yang telah dipesannya. Satu persatu hidangan makanan sampai di hadapan ketiganya. Tiga gelas Es Lemon Squash, tiga piring nasi lengkap dengan lauknya, Ayam, Tempe rica-rica dan Udang Asam Manis. Belum sampai hidangan-hidangan itu disantap, pramusaji lainnya datang dengan setampah menu lain. Clear soup, Cah Ka...

Sebuah Cerita

Jejak Pertama By: Ittazura Nauqi Prolog "Kau tak kan bisa pergi dari tempat ini," bisik sebuah suara yang sangat dikenalnya. Ia hanya bisa terdiam mematung dalam rebahnya. Tubuhnya tak lagi mampu menahan beban kakinya untuk berpijak. Bau anyir darah perlahan ia rasakan, namun tak tahu dari mana asalnya. Sementara itu, pemilik suara tadi terus mendekati. Ia merasa dunianya akan hancur, saat orang yang berbisik tadi perlahan mengangkat sebuah botol kecil berisi cairan berwarna merah darah, dan mendekatkan pada bibirnya. "Kupikir, kau tak kan keberatan jika aku menumpahkan sedikit cairan ini ke dalam tubuhmu," bisik suara itu lagi sambil menyeringai tajam. Pemilik suara itu kembali mengangkay botol kecil di tangannya, tapi kemudian menjauhkannya. Lelaki paruh baya itu menghela perlahan. Aku selamat. Namun beberapa detik kemudian, ia merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Dadanya terasa sesak dan panas. Ia pun mencoba bergerak dan membalikkan badann...

Tentang Pemilik Blog Ini

Satu Nama 3 Arti Sebelum melanjutkan cerita yang sebentar lagi akan dimulai dan memulai cerita yang sudah pernah terlalui, boleh disimak dulu nih siapa sebenarnya pemilik dari blog ini. Walau terlambat memperkenalkan diri, tapi tak apa lah ya. "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Hehehe.  Oke dah, siap meluncuuuuur...... Pemilik dari blog ini bernama lengkap Sakinatudh Dhuhuriyah dan baru punya satu gelar, S.Kom.I alias Sarjana Komunikasi Islam. Nama Sakinatudh Dhuhuriyah ini dalam bahasa Arab berarti "ketenangan yang nampak" bisa pula berarti "tenang di waktu dhuhur". Kenapa ada kata "Dhuhur"nya? Ya karena lahirnya pas adzan Dhuhur berkumandang. Hehe. Kata Sakinatudh ini sebenarnya berasal dari kosa kata bahasa Arab dan beberapa kali disebutkan juga dalam al-Qur'an. Kata itu adalah, 'Sakinah' yang berarti tenang atau tentram.  Nah, nama panggilan dari Sakinatudh Dhuhuriyah ini beragam. Semenjak kec...

Aturan yang Tak Dirindukan

Beberapa hari yang lalu saya pernah mendapatkan broadcast dari salah satu grup di media sosial. Hari ini saya juga membaca hal serupa seperti broadcast tersebut dari koran Jawa Pos, edisi Rabu 5 Agustus 2015. Inti dari broadcast dan berita itu adalah, pemerintah ingin menghidupkan kembali salah satu pasal di Undang-Undang negara mengenai penghinaan terhadap Presiden. Mengutip dari salah satu sumber berita nasional online (sindonews.com), pemerintahannya Pak Jokowi ini ingin menghidupkan aturan itu lagi. Aturan tentang menghina presiden ini pun rupanya sudah dicantumkan dalam draf revisi KUHP Bab II mengenai Tindak Pidana Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden. Bunyi aturan itu kurang lebih seperti ini: (1). Setiap orang yang di muka umum menghina Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV. (2) Tidak merupakan penghinaan jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jelas dilakukan ...

Coba-Coba Aplikasi Baru

Lagi coba-coba posting tulisan blog lewat hp nih. Bisa kebaca nggak ya sama pembaca-pembaca sekalian yang baik hati dan rajin menabung. Hehehe. Postingan ini cuma coba-coba. Jadi abaikan saja ya karena ini tidak penting. Hehehe. Postingan penting lainnya tunggu ide nemplok di kepala dulu. Kalau udah siap meluncur, baru nanti saya posting lagi. Wkwkwk.

MOS-Ku vs MOS Masa Kini

Setelah kemarin melihat berita di televisi dan hari ini membaca berita di koran, tentang siswa SMP yang meninggal diduga karena kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS), saya jadi teringat masa lalu. Masa di mana saya baru pertama kali menginjakkan kaki di sebuah Pondok Pesantren di Madura sana. Ma'had Al-Ittihad Al-Islami nama ponpes itu. Saat saya dinyatakan diterima di ponpes tersebut, beberapa minggu kemudian saya sudah harus menetap di sana. Semula saya pikir jika di pesantren itu tidak ada kegiatan semacam MOS itu. Tapi ternyata dugaan saya keliru. Ponpes itu juga menerapkan MOS, hanya saja kepanjangannya yang berbeda, Masa Orientasi Santri. Pikiran saya pun ketika itu ikut berkecamuk. Bertanya-tanya akan seperti apa MOS di pesantren itu. Apakah akan ada hukuman-hukuman fisik dan konsekuensi tertentu jika kami, santri-santri baru ini, melanggar aturan yang ada dalam MOS tersebut. Tak dapat dipungkiri juga jika hati saya pun ikut ketar-ketir karena takut dan khawatir. Tapi l...

Serial Terbaru Harry Potter: Prequel, Sequel, atau Cerita Baru?

Serial Terbaru Harry Potter  So, para penggemar film Harry Potter, sudah pada dengar kabar belum ya kalau seri terbarunya Harry Potter ini bakalan tayang di tahun 2016? Kabarnya, serial Harry Potter terbaru ini akan berjudul Harry Potter and the Cursed Child.   Nah, sebelum kabar akan tayang di 2016 ini, nampaknya para penggemar Harry Potter semula mengira kalau Harry Potter and the Cursed Child ini adalah prequel (cerita yang terjadi sebelum cerita utama). Saya pun juga bertanya-tanya, apakah cerita dari Harry Potter yang ini benar-benar  prequel.  Tapi ternyata bukan. Harry Potter and the Cursed Child ini bukanlah  prequel dari serial Harry Potter sebelumnya yang sudah tayang hingga part 7 itu. Mengenai bagaimana jalan ceritanya dan hal baru apa yang akan kita lihat di Harry Potter and the Cursed Child itu, saya sendiri juga masih penasaran. Apakah nantinya film Harry Potter and the Cursed Child ini jadi cerita sequel (sambungan) atau justru jadi c...

*Fiksimini* The Dark Time

The Dark Time  by: Ittazura Nauqi Mobil Avanza hitam yang kutumpangi berlari cepat tak terkendali. Jalan terjal berliku menghantam. Membuat mobil oleng ke arah tak karuan. Oh God...  Kemudi mobil berputar ke kanan. Lalu dengan cepat berputar lagi ke arah berlawanan. Roda mobil pun melaju semakin cepat. Seiring padamnya perlahan cahaya-cahaya di pinggir jalan. Oh God... apalagi ini? Dimana pedal remnya? Semakin cepat mobil melaju, semakin deras keringat mengucur. Membasahi sekujur tubuh yang tak lagi berbentuk. Kedua kakiku terjulur ke depan. Mencari-cari pedal rem yang hilang. Lima...sepuluh...lima belas...dua puluh rumah yang kulalui, semuanya pekat. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Langit dan jalanan diselimuti kegelapan. Mendadak waktu terhenti. Menghentikan paksa laju mobil hitam pekat ini. Seketika mataku menyipit. Menangkap barisan manusia-manusia bertudung hitam. Membawa keranda kematian, yang diusung dengan kepalan tangan. Mereka menyeringai. Dan menata...

*Fiksimini* Perempuan Berbaju Pink

Perempuan Berbaju Pink by: Ittazura Nauqi Tak tok, tak tok, tak tok, tak tok ... Seorang perempuan berbaju pink mendahuluiku. Tapi bunyi sepatu setinggi 5 cm miliknya, masih terdengar jelas. Kuperhatikan ia dari ujung kaki hingga rambutnya.  "Hm... sepatunya putih. Kulitnya juga bagus, kuning langsat," pikirku. Kemudian penglihatanku beranjak semakin ke atas.  "Waw... mini sekali...," batinku lagi. "Untung kulitnya bagus. Apalagi rambutnya, udah lurus, hitam lagi." Aku tak berhenti bergumam sendiri dalam hati. Aku masih tetap memperhatikan perempuan berbaju pink itu, di tengah keramaian orang di Bandara Juanda Surabaya. Saat hal yang tak terpikirkan olehku, tiba-tiba datang menghentak. " MasyaAllah ... ternyata perempuan palsu." @Sosial Juanda Surabaya, 5 Mei 2014

*Fiksimini* Menyakitkan

Menyakitkan by: Ittazura Nauqi "Hei... tak bisakah kalian berhenti berbicara?!" Ah, iya. Aku lupa. Kalian tak kan bisa mendengarku. Percuma saja aku berteriak pada kalian. Lebih baik aku getarkan saja telinga satu orang ini. "Hei, Sa! Berhentilah berbicara!" "Bagaimana pun, semua ini bergantung padamu. Pada akhirnya, semua akan kembali padamu. Karena itu adalah pilihanmu." "Oh, come on ... Sasa, berhentilah berbicara!" Sasa sepertinya tak menghiraukanku. Ia terus saja berbicara. Tak bisakah ia mengungkapkan petuahnya itu lewat kertas saja?! Itu akan lebih baik untukku, juga untuknya. Ah, ia menelan ludah lagi rupanya. Tapi tak ada gunanya ia menelan ludah terus-terusan. Sebelum ia mencoba mengeluarkan duri-duri ini dari tenggorokannya.-

*Fiksimini* Kaleidoskop Cinta

Kaleidoskop Cinta by: Ittazura Nauqi Ini adalah tema tentang kehidupan. Berkisah singkat tentang episode kehidupan. Terdiri dari rangkaian peristiwa yang terjadi dan dijabarkan dalam bait prosa waktu. "Dan... This is Not The End. Perpisahan bukanlah akhir, karena sebenarnya kita tidak pernah benar-benar terpisah. Hanya saja, kita akan memulai babak kehidupan yang baru." "Wah..." prok... prok... prok... . Suara tepukan tangan menggema dalam ruangan kecil itu. Diriku tersipu. Tak percaya dengan kata-kata yang aku ungkapkan sendiri. Mataku melirik dan kutangkap seulas senyum simpul. Sembari berkata samar, "Sip". Dan aku pun mengulum senyum. Lalu kubisikkan dalam hati, "Kata-kata itu, aku persembahkan untukmu. Cinta." Yogyakarta, April 2014

Fiksimini __ Berlian Hitam

Salam semua pembaca blog, blogger, atau yang sedang tak sengaja membuka blog ini. Bagaimanakah gerangan kabar hari ini? Semoga hari ini lebih baik dari kemarin ya. ^___^  Kali ini saya ingin berbagi sebuah tulisan. Tulisan ini berupa cerita. Tapi lebih singkat dari cerpen. Kami menyebutnya sebagai Fiksimini. Tulisan ini juga sudah pernah diposting di facebook beberapa waktu yang lalu. Nah, daripada berpanjang lebar, mending langsung baca aja dah nih fikminnya. ^___^ "Fiksimini __ Berlian Hitam" by: Ittazura Nauqi "Dimana benda itu? Kau bilang berlian itu ada di sini, hah?!" gemerutuk giginya menahan ucapan. "Sa--saya tidak tahu tuan. Tadi saya melihatnya masih di sana," ujar lelaki gembul di sebelahnya sambil mengangkat jari telunjuk ke depan.  "Berlian itu sudah tidak di tempatnya sekarang!" gertak lelaki yang dipanggilnya tuan. Diantara kerumunan manusia di Museum Kupu-kupu itu, seorang lelaki bertopi coklat melintas di ha...

"[Lomba Notes Rapotivi]" Berita yang Tiada Habisnya

Sudah beberapa hari ini, kita disuguhi berita yang itu-itu saja. Berita kematian Angeline yang serasa semakin 'dibombastiskan'. Sedikit lebay dan berlebihan. Bagaimana tidak lebay dan berlebihan, jika hampir semua media massa hingga saat ini masih memberitakannya. Bahkan juga disebarkan di media-media sosial. Adanya berita-berita itu seolah membutakan kita dari berita-berita lain yang mungkin lebih penting. Memang sih, berita seperti kematian seorang anak kecil itu juga menarik perhatian. Karena bagaimana pun, dengan adanya berita tersebut, para orang tua kembali diingatkan untuk menjaga anak-anaknya dengan ekstra hati-hati. Walaupun itu dengan keluarga terdekatnya sendiri. Hanya saja, yang perlu kita tahu juga, jangan hanya menjadi penikmat berita saja tanpa bisa sedikit menganalisis apa sebenarnya yang ada di balik berita itu. Mungkinkah berita Angeline itu dijadikan pengalihan atas isu terbaru yang lebih penting, sehingga kita tidak tahu realita lain apa yang tengah ter...