Sepasang kaki renta melangkah perlahan. Memasuki sebuah rumah makan bergaya tradisional. Jalannya sedikit terbungkuk dengan kopyah hitam menutupi rambut hitamnya. Satu menit kemudian, seorang pramusaji berkerudung hitam menghampirinya. Perempuan itu menunjukkan wajah ramahnya sambil bertanya keinginan Sang Kakek. " Ada yang bisa kami bantu, Kek?" tanya pramusaji itu. Tanpa berba-bi-bu lagi, kakek bercelana pendek selutut itu lantas menjulurkan selembar rupiah. " Tolong segelas teh hangatnya ya, Mbak," ujarnya sembari memberikan selembar uang dua ribu rupiah. Tiga meter dari tempat kakek itu duduk, tiga orang perempuan tengah menunggu sajian makan malam yang telah dipesannya. Satu persatu hidangan makanan sampai di hadapan ketiganya. Tiga gelas Es Lemon Squash, tiga piring nasi lengkap dengan lauknya, Ayam, Tempe rica-rica dan Udang Asam Manis. Belum sampai hidangan-hidangan itu disantap, pramusaji lainnya datang dengan setampah menu lain. Clear soup, Cah Ka...
Menguak pikiran, menggali makna yang tersembunyi dalam sebuah tulisan.