demi masa. sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan rugi. melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh. begitulah bunyi surat al-'asr. Allah mengingatkan pada kita betapa berharganya waktu itu. dulu kita yang amsih sering mengganggu ibu kita di malam hari dengan rengekan manja kita, namun hari ini kita sudah berbeda dengan yang dulu. tak ada lagi tangis di malam hari yang menggangu tidur nyenyak orang tua kita. tapi hari ini kita adalah manusia baru,yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. yang berani bermimpi dan mengambil resiko. selagi ada waktu pergunakanlah ia dengan sebaik mungkin. terlebih lagi di bulan suci ini. perbanyak melakukan kegiatan positif dan beramal sholeh, sebab siapa tau esok mata kita sudah tak mampu lagi tuk terbuka. hangatnya mentari sudah tak lagi dapat kita rasakan, sedang orang tua menanti kehadiran kita tuk kembali padanya. so, sebelum waktu telambat dan terhenti, lakukan yang terbaik demi mencapai hasil yang terbaik dan memuaskan. _salam ukhuwah_
Jadi sedikit tergelitik untuk berkomentar dan menganalisis posisi duduk antara seorang ustad dan dosen, khususnya saat mereka berhadapan dengan anak didiknya. Pikiran ini begitu saja terlintas saat tanpa sengaja saya melihat sebuah foto yang diposting di beranda facebook . Foto ini sebenarnya diposting oleh salah seorang ustad saya di pesantren. Fotonya masih fresh alias baru diposting beberapa jam yang lalu. Ini dia fotonya Dalam foto itu terlihat beberapa santriwan (sebutan untuk santri putra) yang sedang mengelilingi sang ustad. Mereka juga terlihat sedang menyimak salah seorang temannya yang mendapat tugas untuk membacakan penjelasan dalam buku panduan yang mereka pegang. Demikian pula yang dilakukan oleh sang ustad. Sang ustad tersebut juga menyimak santrinya yang sedang membaca kitab, sembari terus mendengar dengan seksama, apakah yang dibaca oleh santrinya tersebut tepat pelafalannya (karena biasanya yang namanya pesantren, mata pelajaran yang dipelajari rata-rata menggu...
Komentar
Posting Komentar