Langsung ke konten utama

Luka

Sudah lama tak menulis. Mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu telah menimpa. Memang bukan kejadian besar, tapi bagiku itu sesuatu yang cukup membuat hati ciut, mata sembab, dan tangan kaku. Bahkan hingga sekarang, aku masih berpikir, sepertinya satu jari tengah di tangan kananku ini akan sulit untuk bekerja.

Bagaimana tidak, rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh saat pertama kali jari ini terluka, membuat pikiranku kalut. Aku merasa akan sulit untuk menulis, khususnya menulis dengan pena. Ada rasa nyeri yang menyulut mata dan mulutku untuk saling bertaut membentuk kerutan kecil. Saat tangan ini mencoba menulis dengan pena, pun saat menyentuh keybord laptop.

Adakalanya aku berpikir, bahwa aku tak sanggup menghadapi kenyataan ini. Tapi di sisi lain, hatiku terus bergema, mengatakan jika mungkin saja ini salah satu tanda kasih dan cinta-Nya. Hingga saat ini, aku pun masih terus belajar untuk menghadapi apa yang terjadi.


#edisi_belajar_deskripsi

Komentar

  1. tetap bersyukur mbak :)
    dan banyak belajar dari segala ujianNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) iya Li, semoga dengan banyaknya ujian dan tantangan itu bisa membuat kita lebih banyak belajar dan menjadi lebih baik lagi, :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Posisi Duduk Seorang Ustad dan Dosen (Framing Foto)

Jadi sedikit tergelitik untuk berkomentar dan menganalisis posisi duduk antara seorang ustad dan dosen, khususnya saat mereka berhadapan dengan anak didiknya. Pikiran ini begitu saja terlintas saat tanpa sengaja saya melihat sebuah foto yang diposting di beranda facebook . Foto ini sebenarnya diposting oleh salah seorang ustad saya di pesantren. Fotonya masih fresh alias baru diposting beberapa jam yang lalu. Ini dia fotonya Dalam foto itu terlihat beberapa santriwan (sebutan untuk santri putra) yang sedang mengelilingi sang ustad. Mereka juga terlihat sedang menyimak salah seorang temannya yang mendapat tugas untuk membacakan penjelasan dalam buku panduan yang mereka pegang. Demikian pula yang dilakukan oleh sang ustad. Sang ustad tersebut juga menyimak santrinya yang sedang membaca kitab, sembari terus mendengar dengan seksama, apakah yang dibaca oleh santrinya tersebut tepat pelafalannya (karena biasanya yang namanya pesantren, mata pelajaran yang dipelajari rata-rata menggu...

#ODOK 3# Kata-Kata Bijak Albus Dumbledore

  Siapa yang tak kenal tokoh satu ini. Perawakannya tinggi dan masih cukup kuat menyangga dirinya, walau sudah berusia ratusan tahun. Rambutnya yang putih disertai jambangnya yang panjang juga semakin menambah kebijaksanaannya. Ia juga merupakan penyihir terkuat di dunia dan sekaligus menjadi kepala sekolah di salah satu sekolah sihir ternama. Hogwarts. Siapakah tokoh yang saya maksudkan itu? Ya, dia adalah Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore. Jikalau yang membaca tulisan ini adalah Anda-Anda pecinta dan penyuka novel maupun film Harry Potter, tentunya sudah sangat kenal bukan dengan tokoh itu?! Tapi di sini saya tidak akan banyak membahas tentang ciri-ciri maupun karakter Albus Dumbledore dalam novel maupun film Harry Potter . Saya hanya akan menuliskan satu persatu kata-kata bijak yang diucapkan oleh Dumbledore pada Harry. Kata-kata bijak tersebut saya dapatkan saat saya menonton film Harry Potter untuk kesekian kalinya. Saya katakan kesekian kalinya, sebab sudah tak te...

1 Sinetron Lagi

Berita baru yang tengah ramai tersebar di facebook kali ini, tentang keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada tiga sinetron televisi yang dinilai tidak berkualitas. Sebenarnya, kalau boleh saya usul, bukan hanya tiga sinetron yang tidak berkualitas. Tapi empat sinetron yang tidak berkualitas. Apa saja itu...? Terlebih lagi, satu sinteron apa lagi yang selayaknya masuk dalam kategori tidak berkualitas itu? Baca selengkapnya di sini